Tampilkan postingan dengan label habar komka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label habar komka. Tampilkan semua postingan

16 Agustus 2009

BERITA KOMKA

1. Ruang Musik paroki sudah dilengkapi pendingin ruangan AC (latihan sdh gak mandi keringat lagi dan bisa jingkrak-jingkrak serta teriak-teriak sepuasnya). Terima kasih khususnya kepada Pastor Paroki dan Ketua Dewan Paroki Bp. Willy.

2. Latihan rutin musik setiap hari minggu pukul 10.00 di Ruang Musik Paroki, Aula Syalom. Setiap Minggu ke-2 dan ke-4 latihan musik dibimbing oleh sdr Harris dari KOMKA St. Don Bosco, Veteran yang menggawangi Band Jumper On Highere, dimana band mereka sudah masuk dapur rekaman band rohani dan menjadi band rohani pertama di Kota Banjarmasin yang akan mengeluarkan album.


3. Sehubungan ada latihan bermusik rutin, KOMKA mengajak segenap anak muda yang mempunyai bakat dan talenta dalam bermusik untuk bisa bergabung bersama KOMKA baik itu latihan bersama maupun untuk berbagi bakat dan talenta.

15 Agustus 2009


4. Paroki sudah menyediakan akses internet gratis (Free Hotspot), jadi dengan tersedianya fasilitas tersebut diharapkan semakin banyak anak-anak muda yang mau kumpul-kumpul di gereja. Hotspot bisa dimanfaatkan untuk mencari tugas sekolah dan kuliah, browsing, uploading dan downloading (no SARA no Porno), serta chatting. Ayo sama-sama kita gunakan fasilitas yang ada di gereja dengan baik dan bijaksana.
(Tommy)

21 Juni 2009

Wajah Kaum Muda Paroki Santa Perawan Maria yang Terkandung Tanpa Noda dan Eksistensinya


Kaum muda yaitu masa kini gereja dan bukan saja masa depan gereja ataupun masa lalu gereja.Begitu indahnya kaum muda dalam sebuah gereja. Anak-anak muda yang bersemangat, penuh ide segar dan kreatifitas tinggi akan melengkapi kehidupan harmonis dalam sebuah gereja.

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. ( I Timotius 4 : 12 ).

Ayat di atas ini jelas ditujukan kepada orang muda. Kata-kata pada kalimat pertama menunjukkan pada saat itu kaum muda dianggap belum berarti oleh orang dewasa. Juga pada masa sekarang seringkali kaum muda dianggap belum berarti oleh orang dewasa

Apakah keberadaan kaum muda hanya sebagai pelengkap dalam kehidupan menggereja?

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjawab pertanyaan diatas, dimulai dari diri kaum muda sendiri serta lingkungan sekitarnya. Dalam semua itu, begitu tersirat sesuatu yang harus diperhatikan supaya kaum muda dapat mencari dan membuktikan eksistensinya, yaitu: Dukungan dan Kepercayaan Penuh.

Sewaktu mendengar cerita-cerita miring tentang kaum muda paroki ini yang cenderung nampak dan mungkin selalu adalah hura-hura, berbuat sesuatu yang salah dan menyusahkan orang tua. Kenyataannya tidak selalu begitu.

Sering terjadi ketidak nyambungan kaum muda dengan orang tua serta pengurus gereja disebabkan oleh perbedaan cara dan konsep berpikir yang dimiliki. Kaum muda mempunyai ciri khas kreatif, kritis, spontan dan anti kemapanan, serta kadang liar atau asal seruduk yang memang terkadang membuat masalah.

Walaupun tujuan yang ingin dicapai kaum muda dan pengurus gereja, orang tua dan para senior itu sama, yang pasti semuanya mempunyai cara berbeda ataupun jalan sendiri-sendiri.

Kaum muda sangat membutuhkan dukungan, kepercayaan, perhatian dari para seniornya. Kaum Muda membutuhkan mereka untuk mendampingi gerak langkahnya supaya tidak salah jalan dan tetap mempunyai rasa aman karena bagaimanapun juga kaum muda ini masih kurang cukup pengalaman dalam hal hidup menggereja. Selain itu butuh dukungan dan kepedulian agar tahu kaum muda tidak sendirian.

Semua akan menjadi percuma apabila kaum muda yang sudah memiliki ruang berkumpul dan berekspresi juga memiliki komitmen dengan semangat enerjiknya untuk bergerak tetapi kemudian diabaikan begitu saja karena dianggap ide-ide mereka tidak pas menurut pandangan para senior dan orang tua.

Kaum muda paroki(KOMKA Santa Maria) selalu mengharapkan dukungan dari orang tua yang anak-anaknya yang belum ikut terlibat dalam kegiatan kaum muda paroki agar bisa memberikan izin kepada anak-anaknya. Hendaknya dijauhkan anggapan bahwa kaum muda di paroki ini, dibentuk hanya untuk menjadi tukang parkir. Memang benar kaum muda diberi tugas untuk jaga parkir, tetapi masih banyak kegiatan-kegiatan lainnya.

Komunikasi yang terjalin baik antara kum muda dengan para orang tua dan pengurus gereja, diharapkan ditingkatkan agar transfer nilai dan pengayoman dapat secara langsung dirasakan oleh kaum muda. Bisa dibayangkan apabila hubungan antara orangtua, senior dan kaum muda tidak berjalan baik, kaum muda selalu merasa ditolak maka suatu ketika kaum muda akan kehilangan semangatnya.

Satu hal yang perlu juga diperhatikan adalah sebuah kaderisasi berlapis, pastinya wajah-wajah yang menghiasi kaum muda paroki ini pasti akan berganti secara terus menerus. Sebagai contoh kaderisasi berlapis yang sudah kelihatan prosesnya terlihat pada kegiatan pembinaan REMAKA, dimana anak-anak remaja yang saat ini terlibat di REMAKA akan diharapkan menjadi penerus kaum muda paroki ini sehingga sudah dipersiapkan dari awal.

Mudah-mudahan harapan ini tidak hanya sampai di tulisan ini saja. Semoga (kami)kaum muda paroki ini mampu bertahan, tidak melempem dan pantas menjadi harapan gereja dalam mengembangkan keimanan.Bagi kaum muda yang belum ikut terlibat, ayo gabung dengan kami, ditunggu lo..ada kegiatan koor KOMKA n REMAKA, kegiatan olahraga badminton (tiap malam minggu) n futsal (1 bulan sekali), latihan musik (band), kegiatan Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin, dan untuk rencana ke depan sedang dipikirkan untuk mengadakan kegiatan pelatihan keterampilan seperti sablon dll

Maju terus teman-teman kaum muda, tetap semangat....!!! (TOMMY)

BAND KOMKA PAROKI KELAYAN


Pernah dengar kita punya band? Mungkin belum ngetop yach…Sejarahnya Komka punya keinginan memiliki peralatan band lengkap plus sound systemnya. Usaha dirintis melalui momentum Aksi Keliling Barongsai di masa Imlek tahun ini. Alhasil terkumpul juga dananya. Mereka adalah: Tommy sebagai ketua, para pemain Melisa, Marcella, Steven, Edo, Ivan, Hendri, Rendy, Binsar, Tika, Ronal. Band Komka berlatih setiap malam minggu setelah misa dan setiap minggu jam 1 siang. Komka berlatih rutin di ruangan kedap suara lantai 2 Aula Syalom. Talenta yang mereka miliki terus diasah. Melihat rutinitas latihan perlu pembimbing band dan jadwal manggung yang bikin mereka tertantang. Ruang kedap suara tempat berlatih tampaknya perlu sarana pendingin ruangan supaya tidak kepanasan.

Harapan Komka: jadikan Band Komka sebagai salah satu daya tarik kaum muda ikut kegiatan Komka. Jadikan pilihan unggulan kaum muda bergabung dengan Komka sebagai pengembangan kepribadian Orang Muda Katolik. (zo)

25 Februari 2009

BARONGSAI KOMKA


Memeriahkan Tahun Baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh selama 6 hari dari tanggal 25 – 27 Januari 2009 dilanjutkan tgl 8-10 Februari 2009, group Barongsai KOMKA mengadakan barongsai keliling ke rumah umat yang merayakan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.

        Minggu, tanggal 25 Januari 2009 pukul 14.00 rombongan group barongsai KOMKA dilepas dan diberkati oleh Pastor Paroki Santa Perawan Maria Yang terkandung Tanpa Noda, Rm. Allparis menandai dimulainya arak – arakan barongsai keliling. Group Barongsai KOMKA membawa 2 buah barongsai yang berwarna kuning keemasan dan warna pink bercampur hitam. Walau di hari pertama hujan deras, tetap tidak mengurangi semangat anggota kelompok barongsai yang berjumlah 23 orang. Dengan menggunakan 2 buah mobil pick up, rombongan menuju rute yang sudah disusun terlebih dahulu. Semua pemilik rumah yang dikunjungi menyambut dengan hangat kedatangan barongsai KOMKA karena merasa terhibur melalui barongsai yang dimainkan oleh Komka dengan berbagai gaya. Hari pertama berakhir hingga pukul 22.00, walau lelah semua masih memiliki semangat membara untuk mempersiapkan hari esok.

     Di Hari ke 2, cuaca sangat mendukung, permainan barongsai yang ditampilkan sangat atraktif sehingga menimbulkan decak kagum dari para penonton. Jalanan macet dan anak – anak yang berkeliaran menonton selalu terjadi setiap group Barongsai KOMKA tampil dari rumah ke rumah.

        Di hari ke 3, walau agak kelelahan karena berjuang selama 2 hari sebelumnya, tetapi group barongsai KOMKA tetap harus menampilkan atraksi yang hebat. Pada malamnya group barongsai KOMKA diminta untuk tampil di Susteran SCMM untuk menghibur para suster.

         Pada perayaan Cap Go Meh yang menandai berkhirnya rangkaian kegiatan imlek, di malam penutupan, Barongsai KOMKA Santa Maria, Kelayan bertemu dengan Barongsai KOMKA St Don Bosco, Veteran dengan komando Rudini cs di Jl. Veteran untuk melaksanakan atraksi dan adu kepiawaian memainkan barongsai. Suasana di malam itu begitu semarak dan penonton begitu membludak hingga waktu menunjukan pukul 23.00 yang mengharuskan semua kegiatan harus diakhiri.

          Selama 3 hari, Fr. Anis Cmm selalu setia mendampingi Group Barongsai KOMKA dan beliau mengaku sangat senang karena ini pengalaman pertama beliau ikut arak –arakan barongsai.

          Puji dan syukur kepada Yesus Kristus atas kelancaran kegiatan ini selama 3 hari. Hasil yang didapatkan selama 6 hari sangat luar biasa, jerih payah anak-anak KOMKA pun tidak sia-sia. Kegiatan ini menandakan bahwa OMK pada khususnya dan Gereja pada umumnya terbuka dan peduli terhadap kebudayaan serta dapat melestarikannya.

          Diucapkan terima kasih yang luar biasa kepada semuanya yang mendukung kegiatan ini, antara lain: Rm. Allparis dan Rm Fut, Bpk Willy, Ibu Gaby,  Ibu Murba, Pengurus Dewan Paroki serta Ketua – ketua Wilayah dan komunitas, Om Yanto Chandra, Om Keng Beng, Om Oei Soe Siang dan seluruh donatur juga sponsor. (Tommy) 

PARKIR KOMKA: "DARI UMAT UNTUK UMAT"


   Judul diatas dirasa sangat relevan untuk diutarakan kepada seluruh umat paroki tercinta ini. Dari prakarsa sdr. Stevanus Yandi atau akrab disapa Yandi”Tiul” si suhu karate nasional, maka dibuat rambu – rambu parkir dimana semua biaya yang tidak sedikit itu menggunakan kas KOMKA Santa Maria yang juga berasal dari pengumpulan uang parkir setiap minggu. Melalui rambu – rambu itu dibuat agar kondisi lahan parkir di halaman gereja yang cukup terbatas dapat menjadi teratur dan diharapkan umat  dapat mematuhi.

        Mengapa rambu – rambu itu dibuat sedemikian rupa ?

1.      Agar umat yang membawa kendaraan bermotor tidak semaunya memarkir kendaraan atau mobilnya, meski sudah diberitahu oleh petugas parkir secara halus maupun teguran.

2.       Menjaga ketertiban lalu lintas parkir di lingkungan gereja.

3.      Pembuktian bahwa selama ini anggapan miring oleh sebagian orang tentang uang parkir yang selama ini dikelola oleh KOMKA Santa Maria hanya digunakan untuk anak muda foya – foya adalah sangat salah dan tidak benar. Uang parkir itu dikelola dan digunakan KOMKA Santa Maria untuk berbagai kegiatan anak muda paroki maupun keuskupan.

Semoga setelah adanya rambu – rambu parkir ini kedepannya lalu lintas parkir dapat menjadi lebih tertib dan teratur. (Tommy)

 

03 September 2008

HABAR KOMKA

PERAYAAN HUT KEMERDEKAAN RI KE-63
KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BANJARMASIN
“Seperti apa yang disampaikan Mgr. Soegijapranata,
Jadilah 100% Indonesia dan 100% Katolik !”

Misa OMK 5 Paroki

Tanggal 17 Agustus 2008 kemarin, dilaksanakan serangkaian kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-63 oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin yang melibatkan Komunitas Orang Muda Katolik (KOMKA) dari 5 Paroki yaitu Paroki Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin, Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan, Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran, Paroki Bunda Maria Banjarbaru dan Paroki Santa Theresia Pelaihari.

“Tema homili saya adalah “Merdeka,” sesuai dengan bacaan kita pada hari ini. Kalau kita berbicara tentang kata merdeka, pertama-tama adalah kemerdekaan itu dapat kita raih karena rahmat Allah. Kalau saya utak-atik kata merdeka itu, maka merdeka = ‘mereka dekat karena Allah.’ Sekarang pertanyaannya adalah, ‘Apakah kalian sudah merdeka?’ Bagi saya pribadi, merdeka akan mampu membuat saya bebas dan orang lain pun bebas untuk berkreasi. Namun hal ini ternyata tidaklah gampang kita laksanakan. Karena jika kondisi seperti itu belum dapat kita alami, maka sesungguhnya kita ini belum merdeka!

Jika saya merenung sejenak, saya kembali teringat akan para pendiri bangsa ini, disitu ada Soekarno. Beliau pernah berkata, ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan menghargai jasa para pahlawannya. Mgr. Soegijapranata, SJ juga pernah berujar, ‘Jadilah 100% Indonesia dan 100% Katolik !’ Sedangkan John F. Kennedy menyatakan, ‘Jangan tanya apa yang diberikan negara kepadamu, tetapi tanyakanlah pada dirimu sendiri apa yang sudah kamu berikan untuk negara.’ Pertanyaannya sekarang, ‘Apa yang sudah kalian berikan untuk negara?’ demikian secuplik homili yang disampaikan Pastor Petrus Prillion, MSF selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin pada Misa Orang Muda Katolik (OMK) memperingati HUT Kemerdekaan RI yang dilangsungkan di Paroki Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin. Misa dihadiri oleh OMK dari 5 paroki dan umat. Selaku konselebran utama Pastor Prillion, MSF didampingi oleh Pastor Frensius Suprijadi, CM.

Hampir sebagian besar yang hadir dalam Misa kali ini adalah orang muda, dan petugas Misa pun diisi oleh orang muda. Dalam kesempatan ini pun diserahkan piala bergilir kepada juara umum lomba tujuhbelasan yang digelar siang harinya. Sebagai juara umum adalah KOMKA Paroki Santa Theresia Pelaihari yang menerima piala bergilir dan uang pembinaan, kemudian disusul oleh KOMKA dari Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan, KOMKA Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran, KOMKA Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin dan KOMKA Bunda Maria Banjarbaru, berturut-turut sebagai juara kedua hingga juara harapan kedua.

Di lain kesempatan, beberapa orang rekan muda dari Paroki Kelayan mengungkapkan pendapatnya tentang makna “kemerdekaan”. Tommy Ribuan selaku Ketua KOMKA berujar bahwa “merdeka” berarti bisa berkreasi semaksimal mungkin tanpa ada batasan dan yang pasti tanpa tekanan juga, dengan ketentuan semua itu bersifat positif, dimana sebagai OMK, kita ini sama-sama dalam penziarahan untuk mencari jati diri kita sebagai saksi Kristus, di sini kita harus bisa mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Sedangkan Ina yang juga berprofesi sebagai guru di TK Katolik Santa Maria Banjarmasin berpendapat, karena kita sudah merdeka, maka nikmati aja kemerdekaan ini. Sekarang saatnya kita berjuang untuk diri kita sendiri.

LOMBA TUJUH BELASAN MENINGKATKAN JIWA NASIONALISME

Sejak pagi hari, 17 Agustus 2008, hujan telah mengguyur kota Banjarmasin dan sekitarnya. Rencananya, mulai pukul 08.00 Wita dilangsungkan upacara bendera mengenang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Upacara diadakan di lapangan SDK Santa Maria Banjarmasin bersama murid-murid SDK Santa Maria Banjarmasin, SMPK Santa Maria Banjarmasin beserta guru dan staf.

Karena hujan yang cukup deras, maka tidak semua anggota KOMKA dapat hadir untuk mengikuti upacara yang baru dimulai pukul 09.20 Wita dengan Pembina Upacara Pastor Prillion, MSF. Selama upacara berlangsung, lagu-lagu yang dinyanyikan diiringi oleh Marching Band SDK Santa Maria Banjarmasin yang menjadikan suasana upacara bendera di pagi ini terasa begitu semarak dan bersemangat. Usia anak-anak ini masih kecil, namun mereka begitu sigap dan cekatan menjalankan tugasnya masing-masing, diantaranya sebagai mayoret, maupun sebagai pemain alat musik. Beberapa orang guru tampak mendampingi anak-anak ini.

Menjelang pukul 10.00 Wita upacara bendera berakhir, diakhiri dengan tepuk merdeka oleh anak-anak SDK Santa Maria. Usai mengikuti upacara bendera, rekan-rekan KOMKA dari 5 paroki segera melakukan persiapan untuk beragam lomba yang akan digelar. Tepat pukul 10.30 Wita, pertandingan fulsal dibuka oleh Pastor Prillion. Sebelum masuk ke babak final, perlombaan diisi dengan beberapa perlombaan tradisional diantaranya : lomba lari karung, mencabut koin dari buah pepaya dan diakhiri dengan lomba tarik tambang. Dalam kesempatan ini, Pastor Ignatius Allparis Freeanggono, Pr ikut serta dalam perlombaan tarik tambang demi memompa semangat rekan-rekan KOMKA Kelayan agar menjadi yang terbaik! Selain itu, hadir pula Pastor Aloysius Lioe Fut Khin, MSF dan Pastor Aris Sudarmadi, CP yang berada di antara rekan-rekan orang muda yang sedang bertanding.

Sekitar pukul 13.15 Wita, final pertandingan futsal dimulai dengan menampilkan KOMKA Katedral melawan KOMKA Veteran. Di bawah cuaca mendung yang agak panas, rekan-rekan orang muda kita dari 2 paroki ini berusaha bertanding sebaik-baiknya untuk menjadi yang terbaik. Setelah berjalan sekian menit, pada akhirnya wasit menentukan bahwa KOMKA Veteran berhak menjadi juara dengan skor 2 – 0.

Usai pertandingan, rekan-rekan orang muda dari 5 paroki yang berjumlah 100-an orang lebih ini bersantap siang bersama dengan menu nasi kuning. Suasana keakraban dan penuh persaudaraan tampak di sepanjang perayaan tujuh belasan yang diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin di tahun 2008 ini.
Foto-foto lebih banyak bisa dilihat dialbum HoPe Komisi Kepemudan Banjarmasin dialamat :
[reported by: Dionisius Agus Puguh Santosa, 19 Agustus 2008, 11:50 WITA;
anggota Divisi LITBANG KOMKEP Keuskupan Banjarmasin FOTO : Dionisius Agus Puguh Santosa]

26 Juli 2008

HABAR KOMKA

Bioskop Mini : Nonton Bareng Film Santo Paulus

Malam minggu jam 8, tanggal 28 Juni 2008 di pastoran Kelayan, Komka Santa Maria didukung oleh Rm. Allparis, Pr mengadakan nonton bareng film Santo Paulus.
Diiringi rintik hujan yang turun sejak sore hari, membuat suasana bioskop mini agak dingin. Sekitar 45 orang yang terdiri dari teman - teman OMK Santa Maria, umat Paroki Kelayan dan para suster SFD hadir pada malam itu dan meramaikan suasana nonton film Santo Paulus.
Duduk lesehan di atas karpet, membuat suasana kekeluargaan teman-teman KOMKA Santa Maria begitu terasa. Segala senda gurau dan canda tawa mengiringi nonton film tsb, jagung rebus juga disediakan teman-teman sebagai konsumsi sambil nonton, walau ada yang merasa jagung itu ketuaan jadi susah dimakan (hehehehe).

Dalam film tsb, dikisahkan perjuangan Santo Paulus dalam mewartakan Kristus di masa itu dengan begitu banyak tantangan dihadapi.
Refleksi yang dapat ditarik oleh KOMKA Santa Maria dari film Santo Paulus tsb adalah: “Bagaimana kita dapat menjadi seorang Santo Paulus masa kini, yang berani mewartakan kasih Kristus sebagai minoritas di tengah masyarakat dan juga di tengah peradaban zaman yang semakin maju?”
Buat teman-teman muda, mari bergabung bersama KOMKA Santa Maria Kelayan, sebab di bulan Agustus kita akan mengadakan perayaan bersama Tujuh Belasan, juga ada kegiatan-kegiatan orang muda lainnya, yang pastinya seru!!!! Ada Romo Allparis juga löh yang selalu setia mendampingi kita, hehehe... Gabung dengan KOMKA Santa Maria, ngapain nunggu???? (Tommy & Agus_bli)