Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan

01 Januari 2011

MENGENAL YAYASAN SANTO YOSEF

Yayasan St. Yosep adalah suatu badan hukum milik Keuskupan Banjarmasin yang bergerak dalam bidang sosial khususnya seputar kematian, yang didirikan pada tanggal 31 Mei 2005 dengan Akte pendirian No. 67 di hadapan Notaris Gaby Sianturi SH dan susunan kepengurusan diperbaharui dengan Akte Notaris Gaby Siantori SH, MH No 2 tanggal 4 Desember 2008. Yayasan berdomisili di Aula Sasana Sehati Lt. 2, Paroki Keluarga Kudus-Katedral, Jl. Lambung Mangkurat No. 40 Banjarmasin

Dalam rapat Paroki Dekenat Banjarmasin (Paroki Katedral, Kelayan dan Veteran) pada tanggal 14 Desember 2010 telah disepakati beberapa hal sebagaimana dipaparkan dibawah ini:

Ada 2 kualifikasi Peserta Layanan yakni :

A. Peserta Layanan Biasa, dengan kriteria persyaratan :

1. Warga umat Katolik yang berdomisili dan terdaftar sebagai warga Komunitas (KBG) pada :

- Paroki Katedral Banjarmasin

- Paroki Kelayan Banjarmasin

- Paroki Veteran Banjarmasin

2. Mengisi formulir permohonan Peserta Layanan Yayasan

B. Peserta Layanan Luar Biasa, dengan kriteria persyaratan :

1. Warga umat Katolik yang berdomisili diluar :

- Paroki Katedral Banjarmasin

- Paroki Kelayan Banjarmasin

- Paroki Veteran Banjarmasin

2. Warga bukan Katolik yang terdaftar sebagai Peserta Layanan luar biasa Yayasan berdasarkan rekomendasi Dewan Paroki

3. Mengisi formulir permohonan Peserta Layanan Yayasan

Setiap Peserta Layanan berhak memperoleh Fasilitas Standar Pelayanan Yayasan St. Yosep sebagai berikut :

1. Tanah Makam Santo Yosep ukuran standar

2. Mendapat 1 (satu) unit peti standar

3. Mendapat kain tule, sarung tangan, kaos kaki, sepasang lilin, salib makam, jasa gali timbun

4. Dipinjamkan : bangku penyangga peti, tatakan lilin, salib duduk, perlengkapan Liturgi terdiri dari : seperangkat alat Misa termasuk anggur dan hosti, Wirug/Pendupaan dan Air Suci

5. Kendaraan angkut peti jenazah dari kantor Yayasan ke rumah yang berduka dalam kota Banjarmasin

6. Kendaraan angkut Jenazah dari rumah yang berduka ke Tempat Pemakaman Umum (T.P.U.) milik Yayasan atau Tempat Pemakaman lainnya di sekitar kota Banjarmasin

Pemanfaatan Hak Peserta Layanan :

1. Fasilitas standar dari Yayasan secara cuma-cuma .

2. Hak peserta layanan yang tidak dipergunakan tidak dapat diganti dengan uang atau fasilitas lainnya

3. Peserta layanan yang tidak menggunakan peti jenasah bukan standar akan mendapat subsidi sebesar Rp. 300.000,- jika membeli peti jenasah bukan standar di Yayasan

Yayasan saat ini telah memiliki ijin penggunaan lahan sebagi Tempat Pemakaman Umum (T.P.U.) dengan lahan seluas 8 ha. Untuk tahap I dipergunakan lahan seluas 4 ha yang diperhitungkan mampu menampung sekitar 3.000 jenasah. Jika setiap hari ada yang dimakamkan, maka setelah 8 tahun baru lahan seluas 4 ha habis dipergunakan.

Peruntukan lahan tanah makam tersedia dalam 3 klasifikasi :

1. Standar (Single), ukuran tanah 2x3 meter dengan ukuran makam 1,5x2,5 meter2

2. Double, ukuran tanah 3x3,25 meter dengan ukuran makam 2,5x2,5 meter

3. VIP, ukuran tanah 4,5x3,25 meter dengan ukuran makam 4x2,5 meter

Peruntukan lahan tanah makam klasifikasi Standar/Single, diperuntukkan 1 jenazah sedangkan Double dan VIP dapat dipergunakan untuk 2 jenazah. Bentuk dan ukuran lahan makam ditentukan seragam oleh Yayasan. Penggunaan lahan makam harus secara berurutan berdasarkan penetapan Yayasan untuk setiap klasifikasi peruntukan lahan makam, dan tidak diperkenankan melakukan pemesanan lahan makam.

Beberapa keuntungan menjadi Peserta Layanan :

1. Mendapat kepastian memperoleh fasilitas standard pemakaman

2. Memperoleh harga khusus / discount 40% dari tarif non Peserta Layanan / tarif umum

3. Peserta Layanan memperoleh jaminan pemakaman

4. Berkesempatan melaksanakan kepedulian (solidaritas) dengan berbagi (subsidiaritas) kepada warga umat yang lain.

Iuran untuk setiap peserta layanan ditetapkan sebagai berikut :

1. Uang Pangkal Rp. 50.000,- per peserta layanan. Uang Pangkal dibayar satu kali selama menjadi peserta layanan dan harus dilunasi pada saat permohonan untuk menjadi peserta layanan Yayasan Santo Yoseph disetujui.

2. Iuran bulanan Rp. 10.000,- per peserta layanan.

3. Uang Pangkal dan iuran bulanan yang telah dibayar oleh peserta layanan tidak dapat ditarik/diambil kembali baik selama menjadi peserta layanan maupun setelah berhenti menjadi peserta layanan.

4. Umat Katolik yang terdaftar pada 3 Paroki dalam kota Banjarmasin dan terdaftar sebagai peserta layanan sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 bebas uang Pangkal.

5. Umat Katolik yang terdaftar pada 3 Paroki dalam kota Banjarmasin yang berumur kurang dari 10 tahun bebas iuran bulanan.

6. Peserta layanan yang tidak membayar iuran bulanan selama 3 (tiga) bulan berjalan hak nya sebagai peserta layanan dinyatakan gugur serta dianggap mengundurkan diri sebagai peserta layanan.

7. Bayi yang berumur kurang dari 3 (tiga) bulan dari orang tua yang telah menjadi peserta layanan Yayasan Santo Yoseph tetapi belum didaftarkan sebagai peserta layanan, apabila meninggal dunia dapat memperoleh haknya sebagai peserta layanan dengan rekomendasi Dewan Paroki sesuai domisilinya.

8. Bayi sebagaimana dimaksud pada poin (g) setelah berumur lebih dari 3 (tiga) bulan tetap tidak didaftarkan maka akan dilayani dengan tarif umum.

Direncanakan launching (peluncuran) akan dimulai pada bulan Januari 2011 setelah Peraturan dan Surat Keputusan Yayasan yang mengatur operasional Yayasan ditandatangani oleh Pembina dan Pengurus Yayasan. Sosialisasi akan dilakukan melalui dan oleh masing-masing Dewan Paroki, dan jika diperlukan dapat mengundang pengurus Yayasan St. Yosep.

(Anwar Yusran)

29 November 2010

MENEMUKAN WAJAH YESUS DALAM KERAGAMAN Catatan & Sharing Mengikuti Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2010


Perhelatan akbar limatahunan Gereja Katolik telah diwujudkan dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia yang berlangsung pada 1-5 November 2010 di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor. Perayaan yang mengambil tema, “Ia Datang supaya Semua Memperoleh Hidup dalam Kelimpahan”(bdk. Yoh 10:10) ini dihadiri oleh 385 orang perwakilan umat dari seluruh keuskupan di Indonesia. Semua peserta diberikan kesempatan untuk menuturkan kisah iman dan pengalamannya akan Yesus yang direfleksikan dalam konteks keragaman budaya, agama dan kepercayaan lain, serta pergumulan kaum marginal dan terabaikan.

Metode yang dipakai dalam SAGKI 2010 adalah metode narasi, yaitu penuturan kisah-kisah pengalaman hidup yang dibaca dalam terang iman. Kisah yang dituturkan dengan baik dan didengarkan dengan hati akan membawa pendengar “masuk” dalam kisah itu. Para pendengar bisa menangis, marah, gembira dan tertawa sejalan dengan dinamika kisah tersebut. Kisah itu juga mempunyai daya memperbaharui dan bahkan mengubah kehidupan. Gereja memberI kesaksian tentang Yesus dalam kisah. Dalam Kitab Suci kita dapat menemukan berbagai kisah tentang Yesus: Kisah sengsara, kisah masa kanak-kanak Yesus, kisah mujizat, kisah kebangkitan, dsb. Dalam mengajar, Yesus pun banyak mengungkapkan suatu kisah dengan menggunakan perumpaan-perumpamaan. Kisah-kisah perjumpaan pribadi dengan Yesus yang memperbaharui kehidupan dan berbuah kebaikan iman akan memiliki daya melahirkan dan menghadirkan Yesus pada orang lain.

Keuskupan Banjarmasin me ngirimkan 10 orang utusannya yang berasal dari berbagai paroki. Romo Allparis, Anton dan Nining dari paroki Kelayan mendapatkan kesempatan “mendulang” kekayaan dalam SAGKI 2010 tersebut. Demikian kisah-kisah iman ketiga peserta tersebut dalam mengikuti perhelatan akbar tersebut:

Romo Allparis:

Gereja dengan warna budaya lokal

Ditunjuk sebagai kontak person Keuskupan Banjarmasin dengan Panitia SAGKI membuat saya cukup gugup. Hal yang membuat gugup itu bukan sidangnya, bukan agenda-agenda sidang, tapi yang membuat gugup itu huruf “A” dalam kata SAGKI yang merupakan singkatan dari kata AGUNG. Berjumpa dengan kata “Agung” dalam persidangan membuat saya berpikir, “Sebagai wakil dari keuskupan Banjarmasin, apa yang perlu dipersiapkan dalam sidang nanti?”. Persiapan-persiapan, dari bahan sidang sampai proses perjalanan pulang pergi utusan keuskupan pun dilakukan disertai niatan untuk wisata kuliner selera Sunda.

Seluruh rangkaian sidang mencoba menggali, menemukan, membawa Yesus dalam budaya, dalam kepercayaan lain serta dalam diri orang lain yang termarginalkan. Proses sidang tersebut membawa pada sebuah permenungan dan refleksi tersendiri, terlebih setelah mendengarkan kisah-kisah dari para nara sumber.

Dalam persidangan tersebut, saya berjumpa dengan wakil-wakil umat Katolik dari seluruh Indonesia, dengan segala ragam budaya. Saya menemukan betapa kayanya Gereja Katolik. Budaya-budaya setempat dapat digali sebagai jalan pewartaaan sabda. Sebuah proses yang tidak mudah, perlu waktu bertahun-tahun, bahkan berabad-abad. Ketika menyaksikan bagaimana Gereja diterima di suatu tempat, bahkan Gereja mampu menguduskan sebuah budaya yang baik dan suci, Gereja terpanggil dalam suka duka masyarakat setempat. Hal ini sungguh merupakan sebuah harapan baru dalam evangelisasi. Semuanya menjadi tantangan bagi saya sebagai seorang imam Kalimantan Selatan. Dengan cinta yang luar biasa, ada harapan untuk mengubah segalanya. Sebuah tantangan tersendiri untuk menemukan hal-hal baik dalam budaya Banjar yang selaras dengan nilai-nilai Kristiani serta menemukan Yesus dalam budaya Banjar.

Muncul sebuah permenungan setelah saya menyaksikan dan mendengar kisah-kisah dan pentas budaya lokal dari beberapa keuskupan. Bukan rasa iri, tapi sebuah tantangan bagi saya untuk mengenal budaya Banjar dan mencintai budaya Banjar. Mencintai budaya Banjar bisa saya lakukan dari berbagai sudut: kebiasan-kebiasan, makanan, lagu-lagu, tari-tarian, musik, bahasa dll. Semoga suatu saat gereja yang ada di Banjarmasin menjadi gereja yang hidup dan mempunyai warna budaya Banjar.

Anton: Bernarasi adalah Berdialog

Bernarasi dalam konteks ini adalah usaha untuk mengungkapkan kejujuran, membawa wajah Yesus dan mencoba menemukan wajah Yesus dalam diri lawan bicara kita. Sebuah usaha bersaksi dan bermisi. Kita mencoba mendengar dengan hati suatu kisah yang dituturkan oleh peserta lain dengan seksama. Narasi tidak untuk disangkal atau dipermasalahkan melainkan untuk diteguhkan. Saya mendapatkan sapaan SAGKI 2010 untuk berkomitmen mengembangkan katekese naratif, bertutur akan pengalaman iman kepada Yesus, dengan cara berdialog dengan kebudayaan setempat, menggunakan berbagai bentuk kesenian, menyapa anak-anak dan kaum muda, berdialog dengan umat beragama lain, melakukan aksi nyata, bersolidaritas dengan mereka yang miskin dan terabaikan serta memelihara lingkungan hidup.

Nining: Keragaman Kisah Yesus

Warna-warni kisah yang dituturkan oleh para utusan seakan-akan mengungkapkan wajah Yesus yang hadir dalam segala aspek kehidupan di nusantara ini. Pertukaran kisah Yesus itu semakin mengingatkan akan tugas perutusan umat Katolik untuk selalu membawa wajah Yesus yang penuh kasih, solider, penolong, dan tahan uji.

Saya mengagumi kearifan budaya-budaya yang dituturkan para utusan karena di dalamnya banyak nilai-nilai positif yang sesuai dengan iman Kristiani. Namun tak dapat dipungkiri, di beberapa tempat terjadi benturan dan konflik budaya dengan penghayatan iman Katolik. Dalam hal ini Gereja Katolik dituntut bersikap kritis dan berani untuk diperbaharui sekaligus memperbaharui unsur-unsur kebudayaan tersebut dengan kekuatan Injil.

Sebuah relasi akan terbangun dengan baik saat kita mau berdialog dengan terbuka, mau belajar dan mampu mengatasi pikiran yang terkotak-kotak. Aneka ragam agama dan kepercayaan yang dihayati oleh rakyat Indonesia bukanlah sebuah ancaman perpecahan apabila ada dialog di dalamnya. Konflik Maluku, seperti dituturkan oleh Mgr. Mandagi dalam homili misa harian, adalah sebuah contoh negatif dari sebuah krisis dialog. Tidak ada wajah Yesus di situ. Yang nampak adalah wajah setan penuh kekerasan dan balas dendam.

Kelompok marginal dan kemiskinan seringkali hadir dalam kehidupan di dunia ini dan tak jarang juga hadir di dalam gereja. Keterpinggiran dapat dialami seseorang, suatu kelompok bahkan mereka yang hidup berkemewahan. Berbagai kisah perjuangan kaum marginal dan terabaikan digambarkan dalam narasi publik dan sharing kelompok menimbulkan suatu perasaan sedih dan terharu. Saat itu saya menemukan wajah Yesus yang terluka, tertekan dan penuh air mata. Muncul sebuah pertanyaan dalam diri saya, “Bagaimana diriku dalam tugas perutusan sebagai umat Katolik dapat menghadirkan kelimpahan hidup bagi yang terpinggirkan, terabaikan dan kekurangan?”

27 Mei 2010

PERINGATAN TAHTA SUCI KEPAUSAN & ULANG TAHUN PAUS BENEDICTUS XVI


Senin, 19 April 2010, Keuskupan Banjarmasin memperingati Tahta Suci Kepausan & Ulang Tahun Paus Benedictus XVI di gereja Keluarga Kudus, Katedral, Banjarmasin pada pukul 18.00 Wita. Peringatan tersebut dirayakan dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Bapak Uskup Petrus Timang didampingi romo Supri, CM, romo Simon, Pr, romo Kris, MSF, romo Doni, MSF, romo Amtono, MSF, romo Prillion, MSF, romo Pius, MSF. Koor oleh PSP Serafim dari Paroki Kelayan, lektor oleh wakil umat paroki Banjarbaru dan mazmur dibawakan wakil umat paroki Veteran. Kolekte oleh WKRI Paroki Katedral Banjarmasin.

Dalam homilinya Bapak Uskup Petrus Timang menguraikan bacaan pertama hari itu yang diambil dari Kis 6:8-15: Wajah Stefanus berseri-seri di depan lawannya karena penuh kuasa Allah kendati cobaan berat. Dalam bacaan Injil yang diambil dari Yoh 6:22-29, Yesus berkata di depan murid-muridNya, “Kamu mencari Aku bukan karena melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti dan kamu kenyang. Yesus tahu bahwa orang-orang mengikuti Yesus karena ingin mendapatkan sesuatu dan telah mendapat roti secara gratis.

Bacaan tersebut bukan kebetulan diangkat dalam misa syukur peringatan tahta suci kepausan dan ulang tahun Paus ke-83 bersama umat Katolik sedu-nia.

Seperti Stefanus, keselu- ruhan hidup kita hendaknya memper- lihatkan wajah Ilahi yang senantiasa berseri-seri. Namun kenyataannya seringkali wajah Ilahi itu tertutup oleh keinginan-keinginan manusia.

Ketika manusia di dunia hidup seakan-akan tidak perlu Tuhan. Mall, bisnis, hiburan berkembang pesat seakan-akan berada di dunia lain yang jauh dari Tuhan. Hidup sehari-hari dihayati seakan-akan Tuhan tidak ada, membuat tugas seorang Paus dalam memimpin umat Katolik bukanlah suatu pekerjaan gampang. Oleh karena itu kita bersyukur karena gereja memiliki struktur tahta Paus di Roma. Tahta yang saat ini diduduki Paus Benediktus XVI merupakan jaminan bahwa gereja Katolik berasal dari Tuhan dan tidak mungkin sesat. Gereja Katolik adalah gereja yang apostolik yaitu berkesinambungan dari Petrus sampai sekarang.

Menutup homilinya, Bapak Uskup mengingatkan, bahwa kita adalah “malaikat-malaikat” yang diutus untuk memperlihatkan wajah Allah melalui hidup kita sehari-hari dimanapun kita berada. (smr)

25 Mei 2009

SEMINAR HIDUP BARU DALAM ROH KUDUS



8-10 Mei 2009, kurang lebih 400 umat Katolik dari berbagai Paroki di Keuskupan Banjarmasin dan Keuskupan Palangkaraya mengikuti Seminar Hidup Baru Dalam Roh Kudus yang dilangsungkan di Aula Sasana Bhakti Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus. Pembimbing seminar adalah Pastor Maxi,CSE dari Pertapaan Lembah Karmel-Cikanyere serta Sr. Skolastika, Sr. Serafine & Sr. Martina dari Pertapaan Putri Karmel-Tumpang Malang.

Tujuan seminar agar peserta mengalami kehadiran dan cinta Tuhan yang berkarya dalam diri melalui kuasa Roh Kudus, mengalami kehadiran Roh Kudus secara baru, membuat hidup rohani berkembang.

Seminar dimulai dengan misa pembukaan dipimpin Pastor Maxi,CSE. Selanjutnya seminar berjalan secara gradual dengan berlandaskan doa-doa meditatif, Lectio Divina, pengakuan dosa dan adorasi.  

Seminar dikelompokkan menjadi 6 pertemuan utama yakni:

Pertemuan I: pengantar seminar oleh Pastor Maxi,CSE ditutup dengan adorasi Sakramen Maha Kudus

Pertemuan II: Inti kebahagiaan berasal dari Allah oleh Sr.Serafine, peserta ditunjukkan berbagai contoh pembuktian kasih ALLAH pada manusia dan alasan mengapa banyak orang meninggalkan Tuhan.

Pertemuan III: Sr. Martina memberikan pengajaran tentang hidup baru dalam Roh Kudus, Allah Bapa mengehendaki melalui Roh Kudus agar kehidupan menggereja menjadi hidup, dinamis, semua orang dapat hidup baru dalam Roh Kudus dan  menjadikan Yesus sebagai pusat hidup.

Pertemuan IV: Sr. Skolastika membahas Bahasa Roh, mulai dari pengertian bahasa roh dan berbagai manfaatnya serta asal usul bahasa roh.

Pertemuan V: Sr. Martina membawakan tema Pertumbuhan Hidup Kristiani. Kehidupan kristiani seperti roda dengan 4 jari-jari dan  1 pusat roda. Empat jari-jari itu adalah 1. doa dan kitab suci, 2. sakramen, 3.komunitas, 4. pelayanan serta kesaksian. Pusat roda adalah Yesus .

Pertemuan VI: Sr Skolastika mengenalkan komunitas mereka yaitu komunitas Tri Tunggal Mahakudus.

Pencurahan Roh Kudus menjadi saat yang istimewa bagi peserta dengan pengalaman rohani dan respon yang berbeda.

Seminar ditutup dengan Misa Kudus dengan selebran utama Vikjen Keuskupan Banjarmasin. Mgr. Petrus Timang menyempatkan hadir di penghujung seminar dengan pesan perutusan agar buah-buah Roh dibagikan. (Tom)

03 September 2008

SERBA SERBI 2

SELAMAT BERKARYA DI TEMPAT BARU FRATER FLOR!

Sabtu, 9 Agustus 2008, Frater Florentinus Halawa, CMM, pimpinan Komunitas Frateran CMM Banjarmasin telah berangkat menuju Medan untuk pindah ke tempat tugas yang baru. Selain sebagai pimpinan komunitas Frateran CMM, Frater Flor melayani umat paroki Kelayan sebagai Ketua Seksi Pendalaman Iman yang saat ini digantikan oleh Frater Anton, CMM. Di keuskupan Banjarmasin, beliau menjalankan pelayanan di bidang Pendidikan. Lokasi tugas baru Frater Flor adalah Komunitas Baligee di kawasan Danau Toba dan masih tetap berkecimpung di dunia pendidikan/sekolah. Frater Flor menitip salam dan doa untuk umat Paroki kelayan serta ucapan terima kasih atas kebersamaan yang telah dialami selama ini. Selamat jalan dan selamat bertugas Fr. Flor! (zo)

SERBA SERBI

PENYULUHAN DAN PELATIHAN ANTI NARKOBA

Training of Trainer

Mengingat maraknya penyalahgunaan narkoba dan banyaknya korban yang jatuh serta masa depan yang terenggut, maka Komunitas St. Petrus Jakarta berkerjasama dengan Seksi Sosial Dewan Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran dan Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin mengadakan Penyuluhan dan Pelatihan tentang bahaya narkoba serta dampak yang ditimbulkan. Kegiatan penyuluhan dan kampanye anti narkoba dilakukan berdasarkan kategori usia, yaitu untuk remaja SMP, remaja SMA, kaum muda dan orang tua. Pelatihan yang diadakan meliputi Pelatihan Character Building bagi remaja dan Training on Trainer bagi dewasa/orang tua. Tujuan pelatihan ini adalah agar para peserta memiliki semangat untuk membagikan informasi tentang bahaya narkoba pada orang lain.
Lampu dan Lantai Gua Pelatihan Character Building diikuti oleh 26 remaja SMP dan SMA dari paroki Kelayan dan Veteran, sedangkan Training on Trainer diikuti oleh 26 orang dari paroki Kelayan, Veteran dan Katedral. Acara berlangsung secara menarik dengan banyak permainan dan praktek komunikasi, membangun harga diri dan pengambilan keputusan.

Salah seorang peserta Training on Trainer dari Paroki Kelayan, ibu Anniek Darmo, menyatakan bahwa pelatihan tersebut sangat berguna, sangat menarik serta sayang untuk dilewatkan. Peserta Character Building, anak-anak SMP dan SMA dari paroki Kelayan yang berjumlah 11 orang juga menyatakan bahwa kegiatan tersebut sangat menyenangkan dan bermanfaat untuk menolak narkoba di kalangan mereka.

Berita lainnya dapat dilihat juga di :
http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/

(smr)

26 Juli 2008

SERBA SERBI

KOPERASI KREDIT KARYA KASIH MELUNCURKAN PROGRAM DANA SOSIAL

Terhitung 1 Agustus 2008, anggota dan calon anggota Koperasi Kredit Karya Kasih akan mendapatkan tambahan perlindungan dengan dibukanya program Dana Sosial yang diselenggarakan oleh Induk Koperasi Kredit (Inkopdit). Program Dana Sosial ini akan memberikan memberikan santunan Rp. 3.000.000,- bila anggota koperasi mengalami kematian dengan alasan apapun. Untuk itu setiap anggota menyetor Rp. 20.000,- per tahun.
Bagi yang bergabung menjadi anggota Koperasi Kredit Karya Kasih setelah 1 Agustus 2008 akan diikutkan dalam program ini pada awal bulan berikutnya.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan datang ke kantor Koperasi Kredit Karya Kasih atau menghubungi Sdr. Toto di telp no. 3259784. (Toto)