03 September 2008

LITURGI

Putra-Putri Altar:
“Kami Juga Memeriahkan HUT Kemerdekaan Negeri Tercinta”





Suasana Pendopo St. Yoseph, Senin 18 Agustus 2008, sore itu hingar bingar oleh suara anak-anak putra putri altar. Saat itu tali plastik yang bergantungan kerupuk bergerak-gerak ditarik-tarik mulut peserta lomba. Frater Tommy CMM & Suster Sophia SFD memandu jalannya lomba. Romo Fut, mas Toto, serta beberapa orang tua ikut memberi semangat.




Kurang lebih 30 anak misdinar mengadu ketrampilan dalam berbagai lomba untuk sukacita peringatan kemerdekaan. Ada lomba kelereng sendok, memasukkan paku ke dalam botol, balap karung, dan joged balon berpasangan. Musik ceria dan sorak-sorai mereka untuk memberi semangat rekan-rekannya membuat gereja jadi meriah.



Pukul 5 sore acara ditutup dengan pembagian hadiah para juara lomba. “Aku seneng banget kalau ada kegiatan seperti ini,”begitu kata seorang misdinar walau dia tidak mendapat hadiah. Ibu Lisa dan ibu Elsa segera membagikan sate lontong melengkapi pesta kemerdekaan sore itu. (zo)

PROFIL

TOMMY RIBUAN:
“Kaum Muda adalah Masa Kini Gereja”

Di tengah kesibukannya bekerja dan kuliah di STIE Nasional Banjarmasin, Tommy Ribuan atau yang lebih akrab disapa dengan Tommy bersedia melayani lkaum muda sebagai ketua KOMKA periode 2008-2011. Pemuda berkulit putih yang mengidolakan rasul Paulus ini memandang dengan penuh optimis kehidupan yang dijalani sesuai motto hidupnya, “Hidup ini indah, bila kita tahu jalan mana yang benar”

Tommy dilahirkan di Banjarmasin pada tanggal 21 Pebruari 1988 dari pasangan Harijanto Widodo Ribuan dan Eva Valentina sebagai putra pertama dari 3 bersaudara yang semuanya laki-laki. Adiknya, Hendri adalah wakil ketua Komka Santa Maria periode 2008-2011. Ibunya, ibu Eva saat ini aktif sebagai pengurus Seksi PKP paroki dan komunitas Matias. Olah raga, chatting, browsing dan berorganisasi merupakan kegemarannya.

Pendidikan TK dan SD dijalaninya di TK/SD Santa Maria dan lulus tahun 2000, kemudian ia melanjutkan pendidikan ke SMPN 6 Banjarmasin. Setelah lulus tahun 2003, ia duduk di bangku SMAN 3 hingga lulus tahun 2006. Pemuda yang saat ini tinggal bersama orang tuanya di Jl. Nakula I No. 44 Komplek Bumi Pemurus Permai pernah menjadi anggota Paskibraka Kota Banjarmasin pada tahun 2004.

Menurutnya, kaum muda jangan hanya menjadi masa depan gereja, namun kaum muda hendaknya menjadi masa kini gereja. Oleh karena itu Tommy berharap agar kaum muda, sebagai kaum yang dinamis, kreatif dan inovatif, hendaknya dapat terlibat dalam berbagai kegiatan demi kemajuan gereja dan menjadi bagian dalam perkembangan gereja. (smr)

SEPUTAR PAROKI

PERAYAAN HARI RAYA ST. PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA
(Catatan Homili Romo Lioe Fut Khin, MSF Perayaan Ekaristi Hari Raya St. Perawan Maria Diangkat ke Surga – 10 Agustus 2008)

Peringatan Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga memberikan harapan pada kita untuk mengikuti Maria. Ada sebuah cerita di Amerika, seorang bapak keluar dari penjara. Ia tidak mempunyai uang maupun bekal apapun serta tujuan kemana dia akan pergi selepas dari penjara. Setelah beberapa lama berada di pinggir jalan akhirnya sebuah bis yang berisi sekelompok mahasiswa berhenti dan mengangkutnya. Seorang mahasiswa memperhatikan kecemasan bapak tersebut dan mendekatinya untuk mengajaknya berbincang. Bapak tersebut bercerita bahwa ia baru saja keluar dari penjara. Ia sebenarnya memiliki istri dan anak-anak, namun ia tergoda dengan perempuan lain sampai suatu saat terjadi pertengkaran yang hebat dengan perempuan tersebut dan ia dituntut oleh perempuan tersebut karena percobaan pembunuhan sehingga ia dipenjara selama 7 tahun. Sebelum keluar dari penjara bapak itu telah mengirimkan surat kepada istrinya untuk meminta pengampunan atas segala kesalahan yang dia perbuat. Bila istrinya mau mengampuni dan menerima dia kembali, maka ia meminta tanda dari istrinya berupa pita kuning yang diikat pada pohon di depan rumahnya. Mendekati rumahnya, alangkah terharunya bapak itu karena pita kuning terpasang tidak hanya pada 1 pohon saja, namun di sepanjang jalan, di setiap pohon telah diikat pita kuning. Setelah terjadi pertemuan antara bapak yang baru saja keluar dari penjara dengan istrinya, mahasiswa yang di dalam bis tadi bertanya pada istri bapak itu bagaimana ia bisa mengampuni suaminya. Menurut sang istri, dia telah mengampuni suaminya sejak suaminya pergi meninggalkannya. Namun saat menerima surat dari suaminya ia sebenarnya ragu apakah ia mampu menerima suaminya kembali. Akhirnya dia berdoa dengan perantaraan Bunda Maria dan ia yakin bahwa Bunda Maria menghendakinya untuk mengampuni suaminya.

Saat ini Bunda Maria hidup dalam keluarga-keluarga dan gereja. Penampakan Bunda Maria di berbagai tempat dimana gereja mulai meninggalkan Tuhan menunjukkan bahwa dia ada dan menghendaki orang-orang untuk kembali pada Tuhan.

Bunda Maria diangkat ke surga terjadi bukan karena jasanya yang telah mengandung Yesus. Dalam Injil Lukas 11:47-48, Maria mendapatkan tempat istimewa karena ia mendengar Sabda Tuhan dan ia setia melaksanakan perutusannya. Bunda Maria dapat menjadi model bagi kita karena ia bukan orang hebat dan terlalu tinggi. Bunda Maria adalah seorang wanita sederhana namun ia punya hati dan iman pada Yesus. Dalam Kidung Maria terungkap imannya dan ungkapan syukurnya pada Tuhan.

Kita patut berbangga dan bersyukur karena memiliki Bunda Maria. Kita hendaknya makin diteguhkan, tabah menghadapi cobaan dan menjadikan Bunda Maria sebagai pendoa bagi kita. (smr)

REFLEKSI ORANG MUDA

ORANG MUDA DALAM SEJARAH INDONESIA DAN GEREJA

ORANG MUDA DALAM SEJARAH INDONESIA
Apabila kita mensyukuri tanah air, sepantasnya kita bersyukur kepada Tuhan dan kita dapat mengenangkan perjuangan para leluhur yang telah menanamkan hal-hal positif dalam kehidupan bangsa kita. Aneka kekurangan yang terjadi pada masa itu hendaknya dapat kita jadikan pelajaran berharga bagaimana rakyat Indonesia jatuh bangun menyongsong pembangunan.

Di Indonesia, sejak Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, sekitar Proklamasi Kemerdekaan, masa-masa krisis tahun 1965-1966 sampai dengan reformasi, orang muda ternyata memainkan peran yang besar di dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pada masa itu kaum muda tidak hanya mempersiapkan diri untuk masa depan, namun mereka menjadi pelaku sejarah yang mampu mengubah kehidupan bangsa Indonesia.

ORANG MUDA DALAM SEJARAH GEREJA
Seringkali Yesus memberi perhatian secara nyata pada orang-orang muda seperti saat Ia membiarkan anak-anak datang padaNya, menyembuhkan anak Yairus, memberi pengarahan pada orang muda yang kaya. Yesus membimbing umatNya yang muda dan sedang tumbuh. Seluruh umat beriman memang dipanggil untuk memberi perhatian yang lebih pada kaum muda, karena mereka merupakan bagian dari Gereja kita.

Paulus, seorang yang sangat bersemangat dalam mewartakan Injil merupakan seorang pemuda yang dapat dijadikan teladan dan inspirasi bagi kaum muda yang terlibat dalam karya kerasulan. Paulus bersedia diubah oleh Tuhan dari kehidupan lamanya sebagai penganiaya pengikut Kristus menjadi seorang pengikut Kristus dan menanggung segala resiko atas keputusannya. Karena karya Paulus ini, pewartaan Injil berkembang secara luas. Vitalitas orang muda memang mampu memberi gairah pada sejarah Gereja. (smr)

HABAR KOMKA

PERAYAAN HUT KEMERDEKAAN RI KE-63
KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BANJARMASIN
“Seperti apa yang disampaikan Mgr. Soegijapranata,
Jadilah 100% Indonesia dan 100% Katolik !”

Misa OMK 5 Paroki

Tanggal 17 Agustus 2008 kemarin, dilaksanakan serangkaian kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-63 oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin yang melibatkan Komunitas Orang Muda Katolik (KOMKA) dari 5 Paroki yaitu Paroki Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin, Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan, Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran, Paroki Bunda Maria Banjarbaru dan Paroki Santa Theresia Pelaihari.

“Tema homili saya adalah “Merdeka,” sesuai dengan bacaan kita pada hari ini. Kalau kita berbicara tentang kata merdeka, pertama-tama adalah kemerdekaan itu dapat kita raih karena rahmat Allah. Kalau saya utak-atik kata merdeka itu, maka merdeka = ‘mereka dekat karena Allah.’ Sekarang pertanyaannya adalah, ‘Apakah kalian sudah merdeka?’ Bagi saya pribadi, merdeka akan mampu membuat saya bebas dan orang lain pun bebas untuk berkreasi. Namun hal ini ternyata tidaklah gampang kita laksanakan. Karena jika kondisi seperti itu belum dapat kita alami, maka sesungguhnya kita ini belum merdeka!

Jika saya merenung sejenak, saya kembali teringat akan para pendiri bangsa ini, disitu ada Soekarno. Beliau pernah berkata, ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan menghargai jasa para pahlawannya. Mgr. Soegijapranata, SJ juga pernah berujar, ‘Jadilah 100% Indonesia dan 100% Katolik !’ Sedangkan John F. Kennedy menyatakan, ‘Jangan tanya apa yang diberikan negara kepadamu, tetapi tanyakanlah pada dirimu sendiri apa yang sudah kamu berikan untuk negara.’ Pertanyaannya sekarang, ‘Apa yang sudah kalian berikan untuk negara?’ demikian secuplik homili yang disampaikan Pastor Petrus Prillion, MSF selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin pada Misa Orang Muda Katolik (OMK) memperingati HUT Kemerdekaan RI yang dilangsungkan di Paroki Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin. Misa dihadiri oleh OMK dari 5 paroki dan umat. Selaku konselebran utama Pastor Prillion, MSF didampingi oleh Pastor Frensius Suprijadi, CM.

Hampir sebagian besar yang hadir dalam Misa kali ini adalah orang muda, dan petugas Misa pun diisi oleh orang muda. Dalam kesempatan ini pun diserahkan piala bergilir kepada juara umum lomba tujuhbelasan yang digelar siang harinya. Sebagai juara umum adalah KOMKA Paroki Santa Theresia Pelaihari yang menerima piala bergilir dan uang pembinaan, kemudian disusul oleh KOMKA dari Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan, KOMKA Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran, KOMKA Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin dan KOMKA Bunda Maria Banjarbaru, berturut-turut sebagai juara kedua hingga juara harapan kedua.

Di lain kesempatan, beberapa orang rekan muda dari Paroki Kelayan mengungkapkan pendapatnya tentang makna “kemerdekaan”. Tommy Ribuan selaku Ketua KOMKA berujar bahwa “merdeka” berarti bisa berkreasi semaksimal mungkin tanpa ada batasan dan yang pasti tanpa tekanan juga, dengan ketentuan semua itu bersifat positif, dimana sebagai OMK, kita ini sama-sama dalam penziarahan untuk mencari jati diri kita sebagai saksi Kristus, di sini kita harus bisa mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Sedangkan Ina yang juga berprofesi sebagai guru di TK Katolik Santa Maria Banjarmasin berpendapat, karena kita sudah merdeka, maka nikmati aja kemerdekaan ini. Sekarang saatnya kita berjuang untuk diri kita sendiri.

LOMBA TUJUH BELASAN MENINGKATKAN JIWA NASIONALISME

Sejak pagi hari, 17 Agustus 2008, hujan telah mengguyur kota Banjarmasin dan sekitarnya. Rencananya, mulai pukul 08.00 Wita dilangsungkan upacara bendera mengenang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Upacara diadakan di lapangan SDK Santa Maria Banjarmasin bersama murid-murid SDK Santa Maria Banjarmasin, SMPK Santa Maria Banjarmasin beserta guru dan staf.

Karena hujan yang cukup deras, maka tidak semua anggota KOMKA dapat hadir untuk mengikuti upacara yang baru dimulai pukul 09.20 Wita dengan Pembina Upacara Pastor Prillion, MSF. Selama upacara berlangsung, lagu-lagu yang dinyanyikan diiringi oleh Marching Band SDK Santa Maria Banjarmasin yang menjadikan suasana upacara bendera di pagi ini terasa begitu semarak dan bersemangat. Usia anak-anak ini masih kecil, namun mereka begitu sigap dan cekatan menjalankan tugasnya masing-masing, diantaranya sebagai mayoret, maupun sebagai pemain alat musik. Beberapa orang guru tampak mendampingi anak-anak ini.

Menjelang pukul 10.00 Wita upacara bendera berakhir, diakhiri dengan tepuk merdeka oleh anak-anak SDK Santa Maria. Usai mengikuti upacara bendera, rekan-rekan KOMKA dari 5 paroki segera melakukan persiapan untuk beragam lomba yang akan digelar. Tepat pukul 10.30 Wita, pertandingan fulsal dibuka oleh Pastor Prillion. Sebelum masuk ke babak final, perlombaan diisi dengan beberapa perlombaan tradisional diantaranya : lomba lari karung, mencabut koin dari buah pepaya dan diakhiri dengan lomba tarik tambang. Dalam kesempatan ini, Pastor Ignatius Allparis Freeanggono, Pr ikut serta dalam perlombaan tarik tambang demi memompa semangat rekan-rekan KOMKA Kelayan agar menjadi yang terbaik! Selain itu, hadir pula Pastor Aloysius Lioe Fut Khin, MSF dan Pastor Aris Sudarmadi, CP yang berada di antara rekan-rekan orang muda yang sedang bertanding.

Sekitar pukul 13.15 Wita, final pertandingan futsal dimulai dengan menampilkan KOMKA Katedral melawan KOMKA Veteran. Di bawah cuaca mendung yang agak panas, rekan-rekan orang muda kita dari 2 paroki ini berusaha bertanding sebaik-baiknya untuk menjadi yang terbaik. Setelah berjalan sekian menit, pada akhirnya wasit menentukan bahwa KOMKA Veteran berhak menjadi juara dengan skor 2 – 0.

Usai pertandingan, rekan-rekan orang muda dari 5 paroki yang berjumlah 100-an orang lebih ini bersantap siang bersama dengan menu nasi kuning. Suasana keakraban dan penuh persaudaraan tampak di sepanjang perayaan tujuh belasan yang diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin di tahun 2008 ini.
Foto-foto lebih banyak bisa dilihat dialbum HoPe Komisi Kepemudan Banjarmasin dialamat :
[reported by: Dionisius Agus Puguh Santosa, 19 Agustus 2008, 11:50 WITA;
anggota Divisi LITBANG KOMKEP Keuskupan Banjarmasin FOTO : Dionisius Agus Puguh Santosa]

DARI VATIKAN

“KAUM MUDA DIPANGGIL UNTUK MENJADI RASUL BAGI TEMAN-TEMANNYA”

Castelgandolfo, Jul 27, 2008 /(CNA).-

Paus Benediktus XVI berbicara dari balkom di kediamannya di Castel Gandolfo mengenai perjalanannya ke Australia pada tanggal 12-21 Juli 2008 dalam perayaan Hari Kaum Muda Sedunia ke 23. Menceritakan pengalamannya di Sydney, ia mengajak kaum muda untuk mengikuti teladan Pier Giorgio Frassati yang menjadi rasul bagi teman-temannya. Bapa Suci menggambarkan Hari Kaum Muda Sedunia sebagai suatu pengalaman yang luar biasa. Di Sydney ia bertemu dengan “wajah Gereja yang muda, dan potongan gambar yang berwarna-warni” yang tersusun dari kaum muda laki-laki dan perempuan dari berbagai penjuru dunia, bersatu dalam iman pada Yesus Kristus.

Bapa Suci menambahkan bahwa Hari Kaum Muda Sedunia telah dimulai sejak Yohanes Paulus II, “Iman dalam Kristus membuat kita, anak-anak dari satu Bapa yang ada di surga dipersatukan dalam ikatan cinta.”

Berbicara tentang Roh Kudus, Paus Benediktus menyatakan bahwa pertemuan di Sydney adalah unik, dimana Kristus berjanji akan turun atas para rasul. Hari Kaum Muda Sedunia di Sydney telah beralih menjadi suatu “Pentakosta Baru” dengan kaum muda yang dipanggil menjadi rasul bagi teman-teman sebayanya. Pier Giorgio Frassati merupakan contoh seseorang yang membagikan pengalaman pribadinya bersama Yesus. Dengan kekuatan Roh Kudus, Roh Cinta Tuhan, ada perubahan pada hidup teman-temannya.

Bapa Suci berterima kasih kepada pemerintah Australia untuk kerjasamanya dan penghargaan kepada umat di seluruh dunia yang mendoakan kesuksesan Hari Kaum Muda Sedunia

DARI PASTOR PAROKI

“BERIKANLAH KEPADA KAISAR APA YANG WAJIB KAMU BERIKAN KEPADA KAISAR”
(Catatan Homili Romo Allparis, Pr pada Misa Hari Kemerdekaan RI – 17 Agustus 2008)

Bacaan Injil Matius 22:15-21 merupakan satu-satunya bacaan Injil yang berkaitan dengan negara. Latar belakang dari peristiwa dalam bacaan tersebut adalah suatu niat jahat untuk menjerat Yesus. Orang-orang Farisi memulai dengan sebuah pujian yang kemudian diikuti dengan sebuah pertanyaan yang menjebak, apakah boleh membayar pajak kepada Kaisar atau tidak. Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab karena bila Yesus menjawab tidak maka Dia akan dianggap sebagai pemberontak, namun kalau Yesus menjawab boleh, maka Yesus akan dianggap tidak setia pada ajaranNya. Menanggapi pertanyaan tersebut, Yesus menjawab dengan cerdik, “…… Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Pada perayaan kemerdekaan ini kita merenungkan pertanyaan, apa gunanya berjuang untuk kemerdekaan karena kalau masih dijajah bangsa lain, negara kita mungkin bisa lebih makmur. Kebebasan seperti orang yang menginjak dewasa yang dapat memilih apa yang akan dilakukan. Namun kebebasan berarti harus tetap menghargai hak orang lain, negara lain serta agama lain. Kebebasan tidak berarti sewenang-wenang. Kebebasan mengandung tanggung jawab. Dalam perjuangan negara kita sampai saat ini masih terjadi gejolak di sana sini. Tujuan dari perjuangan tersebut adalah masyarakat adil dan makmur. Bila ini menjadi tujuan bersama akan terjadi kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Dalam kaitan dalam kehidupan Kristiani kita perlu merenungkan, ada gambar siapa dalam diri kita. Sebagai seorang Kristiani ada wajah Tuhan dalam diri kita. Oleh karena itu kita dipanggil untuk berjuang bagi negara dan dipanggil untuk menjadi warga negara yang baik.