21 Juni 2009

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS DAN PENERIMAAN KOMUNI PERTAMA


“Relasi Cinta Kasih sebagai Ujud Persatuan dengan Tuhan”


Minggu, 14 Juni 2009 pukul 08.00 Wita, perarakan 57 anak calon penerima komuni pertama didampingi orang tuanya, misdinar dan romo Allparis serta romo Fut memasuki gereja. Lagu “Tuhan Kau Satukan Kami” yang dimadahkan oleh paduan suara Remaka dan Komka mengawali perayaan ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Kepada anak-anak calon penerima komuni pertama dan seluruh umat, romo Fut dalam homilinya menyampaikan bahwa pada hari itu merupakan hari istimewa bagi 57 anak yang akan menerima komuni pertama. Bukan anak-anak yang ingin menerima komuni tapi Yesus sendiri yang ingin bersatu dengan anak-anak. Yesus hadir dalam komuni itu. Persatuan terjadi dalam komuni yang kita terima karena kita menerima Tubuh Tuhan. Jadi waktu pembagian komuni saat romo mengatakan, “Tubuh Kristus,” umat harus menjawab, “Amin.”

Persatuan dengan Tuhan itu juga harus diwujudkan dalam kesatuan dengan sesama dan dalam relasi antara yang satu dengan yang lain. Kesatuan ini diungkapkan dengan relasi cinta kasih, berani memberi dan berkorban bagi sesama. Sebagai murid Yesus, mental pengemis yang hanya mau menerima dari orang lain harus kita hindarkan. Dalam perjamuan terkhir-Nya, Yesus berpesan, “lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku,” Yang dimaksud ini dalam konteks pesan Yesus tsb adalah memberikan diri-Nya dan hidup-Nya bagi orang lain.

Dengan menerima komuni, Yesus ingin kita melakukan apa yang Dia lakukan. Yesus telah menjadi terang bagi banyak orang sehingga kita pun hendaknya menjadi contoh bagi orang lain. Saat melihat orang sakit, Yesus tergerak oleh belas kasihan, maka kita pun harus bersikap demikian. Saat tergantung di kayu salib, Yesus berkata, “Tuhan ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Kalau kita bisa mengampuni orang lain yang bersalah dan menyakiti kita, berarti kita melakukan sesuatu sebagai kenangan akan Yesus dan Dia hidup dalam diri kita.

Saat menerima komuni, peristiwa itu tidak hanya di dalam gereja saja tapi kita bawa ke dalam kehidupan sehari-hari. Kita membawa Tuhan bagi orang lain dengan memberi kasih dan diri sendiri bagi orang lain.

Pada hari ini, 57 anak-anak dipersembahkan bagi Tuhan dan menjadi satu dengan Tuhan. Selanjutnya romo Fut menutup homilinya dengan ajakan untuk memohon pada Tuhan agar Tuhan membimbing anak-anak, sehingga komuni pertama menjadi awal pertumbuhan iman anak-anak.

Pada saat komuni, secara khusus anak-anak calon penerima komuni pertama mendapatkan kesempatan menerima Tubuh dan Darah Kristus dalam wujud hosti dan anggur.

Setelah perayaan ekaristi selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian sertifikat, kitab suci serta rosario di Aula Syalom dan ditutup dengan santap siang bersama. (smr)

Tidak ada komentar: