21 Juni 2009

MISA KAUM MUDA PADA PENUTUPAN BULAN ROSARIO



Minggu, 31 Mei 2009 pukul 18.00 Wita perayaan ekaristi di paroki Kelayan terasa istimewa dari biasanya dengan hadirnya kaum muda dari paroki Kelayan, Katedral, Veteran, Banjarbaru, Plaihari dan Palangkaraya. Secara khusus, perayaan ekaristi yang bertepatan pada hari raya Pentakosta tsb diintesikan bagi kaum muda dalam rangka penutupan bulan rosario. Romo Prillion, MSF memimpin perayaan ekaristi. Lektor, petugas kolekte dan persembahan dilayani oleh anak-anak Asrama Satya Andika dan koor oleh KOMKA dan REMAKA paroki Kelayan dengan derigen Astrid dan sebagai organis adalah Paula.

Dalam homilinya, romo Ion menyatakan bahwa semua orang tentu akan memilih yang terbaik dalam hidup. Semua menginginkan kesuksesan dan kebahagian. Cara untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagian adalah sbb:

1. Bersyukur atas apa yang dialami hari ini. Orang yang selalu bersyukur akan terhindar dari stress dan sedih.

2. Belajar sebaik-baiknya seakan-akan hidup selama-lamanya dan belajar sekarang seakan-akan besok sudah mati. Maksimalkan apa yang ada dalam diri kita.

3. Buka jalan sendiri, tidak latah meniru orang lain, kreatif dan jadi diri sendiri.

4. Belajar mencintai apa adanya dari diri kita sendiri.

5. Bisa menikmati hidup.

6. Semakin banyak memberi.

7. Harus memiliki visi dan misi.

8. Menjadi guru bagi diri sendiri serta mengukur diri sendiri dan tidak memaksakan kemampuan.

Apa hubungan hidup sukses dan bahagia dengan Pentakosta?

Murid-murid Yesus seperasaan dengan Yesus karena mereka mendapat Roh Kudus. Bila kita seperasaan dengan Yesus maka ajaran Yesus dalam Kitab Suci dapat kita laksanakan. Inilah cara orang meraih sukses sebagai orang beriman. Ia memiliki sukacita, kebahagiaan serta tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Menutup homilinya romo Ion mengajak kaum muda dan seluruh umat untuk memohon rahmat Tuhan agar seluruh umat mampu seperasaan dengan Yesus. (smr)

Wajah Kaum Muda Paroki Santa Perawan Maria yang Terkandung Tanpa Noda dan Eksistensinya


Kaum muda yaitu masa kini gereja dan bukan saja masa depan gereja ataupun masa lalu gereja.Begitu indahnya kaum muda dalam sebuah gereja. Anak-anak muda yang bersemangat, penuh ide segar dan kreatifitas tinggi akan melengkapi kehidupan harmonis dalam sebuah gereja.

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. ( I Timotius 4 : 12 ).

Ayat di atas ini jelas ditujukan kepada orang muda. Kata-kata pada kalimat pertama menunjukkan pada saat itu kaum muda dianggap belum berarti oleh orang dewasa. Juga pada masa sekarang seringkali kaum muda dianggap belum berarti oleh orang dewasa

Apakah keberadaan kaum muda hanya sebagai pelengkap dalam kehidupan menggereja?

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjawab pertanyaan diatas, dimulai dari diri kaum muda sendiri serta lingkungan sekitarnya. Dalam semua itu, begitu tersirat sesuatu yang harus diperhatikan supaya kaum muda dapat mencari dan membuktikan eksistensinya, yaitu: Dukungan dan Kepercayaan Penuh.

Sewaktu mendengar cerita-cerita miring tentang kaum muda paroki ini yang cenderung nampak dan mungkin selalu adalah hura-hura, berbuat sesuatu yang salah dan menyusahkan orang tua. Kenyataannya tidak selalu begitu.

Sering terjadi ketidak nyambungan kaum muda dengan orang tua serta pengurus gereja disebabkan oleh perbedaan cara dan konsep berpikir yang dimiliki. Kaum muda mempunyai ciri khas kreatif, kritis, spontan dan anti kemapanan, serta kadang liar atau asal seruduk yang memang terkadang membuat masalah.

Walaupun tujuan yang ingin dicapai kaum muda dan pengurus gereja, orang tua dan para senior itu sama, yang pasti semuanya mempunyai cara berbeda ataupun jalan sendiri-sendiri.

Kaum muda sangat membutuhkan dukungan, kepercayaan, perhatian dari para seniornya. Kaum Muda membutuhkan mereka untuk mendampingi gerak langkahnya supaya tidak salah jalan dan tetap mempunyai rasa aman karena bagaimanapun juga kaum muda ini masih kurang cukup pengalaman dalam hal hidup menggereja. Selain itu butuh dukungan dan kepedulian agar tahu kaum muda tidak sendirian.

Semua akan menjadi percuma apabila kaum muda yang sudah memiliki ruang berkumpul dan berekspresi juga memiliki komitmen dengan semangat enerjiknya untuk bergerak tetapi kemudian diabaikan begitu saja karena dianggap ide-ide mereka tidak pas menurut pandangan para senior dan orang tua.

Kaum muda paroki(KOMKA Santa Maria) selalu mengharapkan dukungan dari orang tua yang anak-anaknya yang belum ikut terlibat dalam kegiatan kaum muda paroki agar bisa memberikan izin kepada anak-anaknya. Hendaknya dijauhkan anggapan bahwa kaum muda di paroki ini, dibentuk hanya untuk menjadi tukang parkir. Memang benar kaum muda diberi tugas untuk jaga parkir, tetapi masih banyak kegiatan-kegiatan lainnya.

Komunikasi yang terjalin baik antara kum muda dengan para orang tua dan pengurus gereja, diharapkan ditingkatkan agar transfer nilai dan pengayoman dapat secara langsung dirasakan oleh kaum muda. Bisa dibayangkan apabila hubungan antara orangtua, senior dan kaum muda tidak berjalan baik, kaum muda selalu merasa ditolak maka suatu ketika kaum muda akan kehilangan semangatnya.

Satu hal yang perlu juga diperhatikan adalah sebuah kaderisasi berlapis, pastinya wajah-wajah yang menghiasi kaum muda paroki ini pasti akan berganti secara terus menerus. Sebagai contoh kaderisasi berlapis yang sudah kelihatan prosesnya terlihat pada kegiatan pembinaan REMAKA, dimana anak-anak remaja yang saat ini terlibat di REMAKA akan diharapkan menjadi penerus kaum muda paroki ini sehingga sudah dipersiapkan dari awal.

Mudah-mudahan harapan ini tidak hanya sampai di tulisan ini saja. Semoga (kami)kaum muda paroki ini mampu bertahan, tidak melempem dan pantas menjadi harapan gereja dalam mengembangkan keimanan.Bagi kaum muda yang belum ikut terlibat, ayo gabung dengan kami, ditunggu lo..ada kegiatan koor KOMKA n REMAKA, kegiatan olahraga badminton (tiap malam minggu) n futsal (1 bulan sekali), latihan musik (band), kegiatan Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin, dan untuk rencana ke depan sedang dipikirkan untuk mengadakan kegiatan pelatihan keterampilan seperti sablon dll

Maju terus teman-teman kaum muda, tetap semangat....!!! (TOMMY)

BAND KOMKA PAROKI KELAYAN


Pernah dengar kita punya band? Mungkin belum ngetop yach…Sejarahnya Komka punya keinginan memiliki peralatan band lengkap plus sound systemnya. Usaha dirintis melalui momentum Aksi Keliling Barongsai di masa Imlek tahun ini. Alhasil terkumpul juga dananya. Mereka adalah: Tommy sebagai ketua, para pemain Melisa, Marcella, Steven, Edo, Ivan, Hendri, Rendy, Binsar, Tika, Ronal. Band Komka berlatih setiap malam minggu setelah misa dan setiap minggu jam 1 siang. Komka berlatih rutin di ruangan kedap suara lantai 2 Aula Syalom. Talenta yang mereka miliki terus diasah. Melihat rutinitas latihan perlu pembimbing band dan jadwal manggung yang bikin mereka tertantang. Ruang kedap suara tempat berlatih tampaknya perlu sarana pendingin ruangan supaya tidak kepanasan.

Harapan Komka: jadikan Band Komka sebagai salah satu daya tarik kaum muda ikut kegiatan Komka. Jadikan pilihan unggulan kaum muda bergabung dengan Komka sebagai pengembangan kepribadian Orang Muda Katolik. (zo)

BAPTISAN ANAK

PROFICIAT : Telah menerimakan Sakramen Baptis di Gereja Santa Perawan Maria YTTN Banjarmasin pada Minggu, 31 Mei 2009 pukul 10.00 wita . Mereka adalah:

1. Angelica Calistha Christy Thio

2. Petrus Duncan Buntoso

3. Benedictus Jayden Tanzil Susanto

4. Valerie Gracia Rimbuan

5. Paulina Agustina Siman

6. Leonardus Adhi Renaldy Arivianto

7. Antonius Marcello Jevon Edbert Kang

8. Cheryl Audrey Kho

9. Angela Charisha Sabrina Kho

10. Carolyn Kho

11. Roswita Widia Wati Dia Dagor Putri

12. Vanessa Fitria Yurianata

JAMBORE MISDINAR DAN SEKAMI 2009

Penutupan Tahun Paulus di Keuskupan Banjarmasin akan dimahkotai dengan 3 kegiatan utama yakni :

§ Misa penutupan Tahun Paulus di masing-masing paroki tanggal 28 Juni 2009

§ Jambore Misdinar dan Sekami se Keuskupan Banjarmasin di SMPK Sanjaya Banjarbaru tgl 27-29 Juni 2009

§ Ekspo Panggilan dari semua tarekat/konggregasi yang berkarya di Keuskupan Banjarmasin di lokasi Jambore Misdinar dan Sekami.

Ajakan kepada kaum muda dan tunas gereja untuk memiliki semangat misioner menjadi perhatian utama. Oleh karena itu semangat Rasul Paulus menjadi tema dari jambore yakni “Misdinar dan Sekami Misioner”. Setiap paroki diharapkan mengirim 30 anak misdinar dan sekami sehingga akan berinteraksi 270 anak. Mereka akan disatukan dalam 18 kelompok dengan anggota dari berbagai paroki. Selama tiga hari peserta akan diajak beraktivitas membangun kekompakan, bermain game, melakukan out bond, pemberian materi, diskusi kelompok, api unggun dan pentas seni, melihat ekspo panggilan dan merayakan ekaristi bersama Bapak Uskup. Mengingat padatnya acara dan melibatkan banyak peserta, maka Rm. Frensius Suprijadi CM selaku Ketua Penutupan Tahun Paulus bekerja ekstra ketat dengan melibatkan aktivis 3 paroki kota dan Banjarbaru. (zo)

PERAYAAN EKARISTI KELUARGA BULAN JUNI 2009


“Hidup Perkawinan Sebagai Tanda Kehadiran Tuhan”

Tercatat di Data Umat ada 32 pasangan yang merayakan ulang tahun perkawinan di bulan Juni. Namun pada perayaan ekaristi keluarga yang diadakan pada hari Jumat, 12 Juni 2009 dan dipimpin oleh romo Allparis dan romo Fut, pasangan yang memperbaharui janji perkawinan ada 6 pasang. Mereka adalah: pasutri Tari-Nano, Siche-Martin, Ana-Ronny, Like-Junaidi, Bp/Ibu Parseno, Linda-Sargi.

Bacaan Injil pada hari itu merefleksikan hidup perkawinan keluarga. Demikian dinyatakan romo Fut di awal homilinya. Yesus tidak mau kehidupan kita biasa-biasa saja. Dia mau kita bertindak radikal. Yesus mengartikan perzinahan tidak hanya secara fisik tapi juga batiniah. Dia mau hidup perkawinan kita menjadi sebuah sakramen dan berbuah serta menjadi tanda kehadiran Tuhan. Hal-hal yang mengganggu hendaknya dipenggal dan dibuang jauh-jauh. Yang tidak maupun yang belum kawin pun juga demikian. Hal-hal yang menggganggu panggilan hidup orang Kristen hendaknya dibuang atau disingkirkan.

Dalam bacaan pertama, iman kita diumpakan sebagai bejana tanah liat yang mudah hancur. Untuk itu kita memerlukan Tuhan. Ia akan menyertai, mendampingi dan menguatkan hidup dan perkawinan kita. Panggilan sebagai imam, biarawan dan biarawati pun demikian. Mereka dipanggil sebagai orang yang terbuka dan mengalami kasih Tuhan.

Romo Fut menutup homili dengan sebuah ajakan agar Tuhan menyertai dan mohon pada Tuhan agar kita menyadari bahwa Tuhan mencintai kita. (smr)

DIMANAKAH POSISI KITA?

Oleh: Sugiarta Halim

Apabila, Sebab, Walaupun kata ini adalah sebuah realita kehidupan yang sering dialami dalam perjalanan kehidupan kita.. Di posisi manakah kita saat ini dikaitkan dengan kehidupan rohani?

Tipe pertama = "APABILA"
- Apabila Tuhan menjawab doaku, maka aku akan mengasihi Tuhan dengan hatiku...
- Apabila Tuhan menolongku, maka aku akan melakukan apa yang Kau inginkan dalam hidupku..
Tipe pertama ini, cenderung untuk mengatur Tuhan melakukan apa yang ia inginkan. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jika Tuhan tidak memberikan apa yang ia inginkan?
Terkadang jika kehidupan rohani berada di posisi ini maka kasih yang kita milikipun menjadi kasih yang bersyarat, "Nak, apabila kamu berhasil rangking 1, maka papa akan memberikanmu Handphone..."

Tipe Kedua = "SEBAB"
- Aku akan memuji Tuhan sebab perbuatanNya yang ajaib dalam hidupku
- Aku akan menyembah Allahku sebab pertolonganNya hebat atasku.
Tipe ini jauh lebih baik dari tipe pertama,
TETAPI... Tuhan tidak pernah menjanjikan kalau mengikut Yesus akan bebas dari masalah, bebas dari beban hidup serta bebas dari badai kehidupan.
Apakah saat kita mengalami ujian kehidupan, di saat Tuhan seolah membiarkan kita sendirian (untuk menguji seberapa besarnya cinta dan iman kita kepada-NYA), apakah kita dapat berkata "Sekalipun aku dalam lembah kekelaman, aku akan tetap bersuka, sebab aku yakin bahwa Tuhan besertaku, aku mencintaiNYA lebih dari apapun..."

Tipe yang ketiga = "WALAUPUN"
- Walaupun badai menghadang, ku tetap yakin Kau bersamaku.
- Walaupun semua orang meninggalkanku, ku tidak peduli karena Kau tetap disampingku.
Tipe inilah yang dicari BAPA di sorga, bahwa kita mencintaiNYA bukan karena apa-apa, tapi karena kita mencintaiNYA,,,
seperti para pujangga mengatakan "Tidak ada alasan untuk kita mencintai seseorang..."

Sahabat ada di posisi manakah kita sekarang?

Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, pilihan ada ditangan kita tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya.
Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka dan Tuhan menunjukan KasihNya kepada kita.
Saat mengalami tantangan dan beban kehidupan yang sangat dahsyat jangan pernah menyerah, sekalipun semua orang meninggalkanmu, percayalah bahwa Tuhan selalu setia berada di depanMu, memimpin setiap langkahmu, hanya jangan pernah salahkan Tuhan atas segala yang terjadi dalam hidupmu.... Tetap pertahankan imanmu... karena ada rencana indah Tuhan dibalik setiap masalah yang menghadang kita. Satu hal yang pasti adalah masalah membuat kita lebih dewasa dalam karakter serta rohani dan masalah adalah salah satu sarana / pintu dimana kita bisa mengenal Tuhan lebih dekat. Dalam beberapa kasus, masalah adalah cara Tuhan agar kita berbalik kepadaNya.
Hendaknya kita sadar dan berpikiran jernih dan sadar bahwa TUHAN kita lebih besar dari pada setiap masalah yang kita hadapi..1 korintus 10:13
Jadi hendaknya kita selalu mengucapkan syukur atas segala hal yang terjadi pada diri kita. Baik Keberuntungan maupun Kemalangan, Baik Kegembiraan maupun kesedihan, Kesehatan dan Kesakitan. Karena Allah memiliki rencana indah dari semua perkara tersebut.
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya dan ia akan bertindak; ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. ( Mazmur 37;5-6 ).