03 September 2008

DARI PASTOR PAROKI

“BERIKANLAH KEPADA KAISAR APA YANG WAJIB KAMU BERIKAN KEPADA KAISAR”
(Catatan Homili Romo Allparis, Pr pada Misa Hari Kemerdekaan RI – 17 Agustus 2008)

Bacaan Injil Matius 22:15-21 merupakan satu-satunya bacaan Injil yang berkaitan dengan negara. Latar belakang dari peristiwa dalam bacaan tersebut adalah suatu niat jahat untuk menjerat Yesus. Orang-orang Farisi memulai dengan sebuah pujian yang kemudian diikuti dengan sebuah pertanyaan yang menjebak, apakah boleh membayar pajak kepada Kaisar atau tidak. Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab karena bila Yesus menjawab tidak maka Dia akan dianggap sebagai pemberontak, namun kalau Yesus menjawab boleh, maka Yesus akan dianggap tidak setia pada ajaranNya. Menanggapi pertanyaan tersebut, Yesus menjawab dengan cerdik, “…… Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Pada perayaan kemerdekaan ini kita merenungkan pertanyaan, apa gunanya berjuang untuk kemerdekaan karena kalau masih dijajah bangsa lain, negara kita mungkin bisa lebih makmur. Kebebasan seperti orang yang menginjak dewasa yang dapat memilih apa yang akan dilakukan. Namun kebebasan berarti harus tetap menghargai hak orang lain, negara lain serta agama lain. Kebebasan tidak berarti sewenang-wenang. Kebebasan mengandung tanggung jawab. Dalam perjuangan negara kita sampai saat ini masih terjadi gejolak di sana sini. Tujuan dari perjuangan tersebut adalah masyarakat adil dan makmur. Bila ini menjadi tujuan bersama akan terjadi kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Dalam kaitan dalam kehidupan Kristiani kita perlu merenungkan, ada gambar siapa dalam diri kita. Sebagai seorang Kristiani ada wajah Tuhan dalam diri kita. Oleh karena itu kita dipanggil untuk berjuang bagi negara dan dipanggil untuk menjadi warga negara yang baik.

Tidak ada komentar: