27 Mei 2010

MEMBIASAKAN ANAK-ANAK TERLIBAT DALAM KEGIATAN KOMUNITAS Sharing pengalaman di Komunitas Matias (oleh Andreas Sunarko)


Wuss... wusss seorang anak kecil terlihat meniup lilin saat Romo Allparis sedang mengurbankan misa di komunitas Matias. Sedikit ramai karena dia tidak sendiri dan masih ada sekumpulan anak lain asyik dengan aktivitas masing-masing. Malam itu, 14 Mei 2010, warga komunitas merayakan ulang tahun komunitas atau lebih tepatnya pesta santo pelindungnya. Pemandangan seperti ini adalah hal biasa yang dialami oleh warga Komunitas Matias. Memang sedikit kurang khusuk, tetapi menyitir sebuah iklan sabun cuci yang mengatakan “Kalo tidak mau kotor, ya tidak bermain”, maka para orang tua di komunitas Matias mengartikan “Kalau tidak membawa anak-anak, ya tidak bisa berkumpul dengan warga komunitas lainnya.

Terlepas dari fenomena di atas, hal inilah yang dilakukan oleh para orang tua dan sekaligus dipahami oleh seluruh warga komunitas. Para romo juga memaklumi jika kebetulan mendapat tugas mempersembahkan misa di komunitas Matias. Para orang tua berusaha untuk menghadirkan anak-anak dalam berbagai kegiatan komunitas baik itu misa, ibadat, pendalaman iman, doa rosario, kunjungan orang sakit sampai acara makan bersama. Pada bulan Mei ini setiap hari diadakan doa rosario secara bergilir dari rumah ke rumah. Tuan rumah dan anggota keluarganya bertindak memimpin doa rosario, memimpin lagu, membaca peristiwa, maupun doa umat. Suasana doa menjadi “lebih hidup” bila melihat perilaku anak-anak yang mengucapkan doa dengan terbata-bata dan suara yang hampir tidak terdengar, menyanyi dengan suara keras, memainkan untaian rosario, bahkan ada yang sambil ngedot dan menangis. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah :

1. Anak-anak terbiasa berdoa,

2. Anak-anak terbiasa bertatap muka dengan teman lain dan warga lainnya,

3. Anak-anak mulai tumbuh keberanian untuk memimpin doa bersama,

4. Anak-anak terbiasa dengan gaya hidup komunitas Katolik,

5. Anak-anak merasa bangga karena bisa memimpin/mengucapkan doa,

6. Anak-anak diperhatikan, didoakan dan dihargai sebagai pribadi oleh komunitas dalam doa-doa permohonan,

7. Orang tua juga turut rajin berdoa di komunitas, karena anak-anak mengajaknya.

Komunitas Matias membiasakan hal sederhana ini dengan harapan kelak dapat membangun komunitas yang mampu mengambil peran dalam meningkatkan kulitas hidup berkomunitas maupun berparoki. Sementara para orang tua sendiri tidak akan canggung dalam membangun kebersamaan dengan warga sekomunitas sekalipun kelak mereka menjadi warga lanjut usia. Semua karena telah menjadi terbiasa... Semoga!!.

Tidak ada komentar: